Pengertian Manajemen

11 Nov
MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah
manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:

1.Manajemen sebagai suatu proses,
2.Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3.Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang
diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian
yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan
mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui
kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam
suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai
inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen
adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya
kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1>

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan
atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud
yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu
pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan
yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan manajemen.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan
melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer
mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja
yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi danmenggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

B. Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)


Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai
apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya

pendapat beberapa penulis sebagai berikut:
Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating and Controlling.
John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.
Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Repor-ting, Budgeting.
Koontz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.
William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources, Directing, Controlling.
Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
William Spriegel : Planning, organizing, Controlling
Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding, Coordina-ting, Controlling.
Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading, Co-mmunication, Controlling.

The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Control-ling, Improving.
James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.
George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and Controlling.

Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah
sebagai berikut:
1. Planning

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.

Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan
untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut:

1.Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2.Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3.Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4.kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5.Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6.Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner, Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

 

2. Organizing

Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur

untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
3. Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
  • Mengambil keputusan
  • Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
  • Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
  • Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya,
  • serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
4. Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi
bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-
masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah
ditetapkan semula.

5. Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian
inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela
sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

6. Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan
menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama
yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

7. Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen
yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan
bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan
semula.

8. Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan ataupemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepadapejabat yang lebih tinggi

9. Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasisejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya guna maksimal kepada organisasi.

10. Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai
kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

C. Fungsi Operasional dalam manajemen

  1. Manajemen Sumberdaya Manusia
  2. Manajemen Pemasaran
  3. Manajemen Operasi / Produksi
  4. Manajemen Keuangan
  5. Manajemen Informasi

ad.1 Manajemen Sumberdaya Manusia

Manajemen sumberdaya manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumberdaya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumberdaya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

ad.2 Manajemen Pemasaran

Manajemen Pemasaran adalah manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

ad.3 Operasi / Produksi

Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.

ad.4 manajemen keuangan

Manajemen keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu ,mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan darimana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

ad.5 Manajemen Informasi

Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

D. Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :

1.Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu
organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak
membawahi manajer yang lain.

2.Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa
tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan
kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.

3.Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak
bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi

E. Keterampilan Manajer

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz pada tahun 70-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
    Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
  2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
    Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
  3. Keterampilan teknis (technical skill)
    Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin  menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

  1. Keterampilan manajemen waktu
    Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
  2. Keterampilan membuat keputusan
    Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

 

Memulai Suatu Bisnis

31 Okt
“Lima langkah memulai suatu bisnis”
Banyak orang ingin mempunyai usaha sendiri. Tapi keinginan itu tak kunjung terlaksana lantaran tak punya ide bisnis. Namun ada pula yang memiliki ide bisnis tapi tak punya keberanian untuk menjalankannya. Inilah tahap awal penentuan sukses usaha.

Percaya atau tidak, memulai usaha itu mirip seorang penulis yang hendak menulis artikel. Tantangan terberatnya sama-sama menemukan ide. Langkah selanjutnya bisa mengalir lancar bagai air bah apabila ide itu telah ditemukan. Gimana kalau ide itu menthok? ya, tulisan atau usaha itu tidak akan pernah terwujud dan tetap menjadi mimpi panjang di awang-awang.

Sebenarnya ide bisnis itu bukanlah mahluk yang sudah langka dan amat sulit untuk dicari. Ide itu sebebarnya banyak bergentayangan disekitar dan seputaran kita. Tinggal kejelian kita untuk melihat dan menangkapnya. Akan tetapi inilah masalahnya, tidak banyak diantara kita yang mempunyai kemampuan untuk jeli dan menangkap ide tersebut. Sebenarnya yang diperlukan hanyalah banyaklah mengamati, buka mata lebar-lebar dan jangan ketinggalan telinga juga ikut dibuka untuk mendengar ! Abstrak dan simple memang tapi ini wajib kalau ingin menangkap mahluk yang namanya ide.

Ini beberapa langkah – langkah yang bisa anda lakukan untuk menyadari bahwa ide itu bertaburan disekitar kita saja. Tidak jauh – jauh seperti bayangan selama ini. Caranya :

Cara pertama; mulailah dengan mengenal diri sendiri. dengan mengenali diri sendiri anda bisa menemukan hobi, kegemaran, kemampuan, jaringan personal, serta potensi diri pribadi yang selama ini terpendam. Cobalah pelajari satu persatu. Olah sedemikian rupa sesuai keinginan anda dengan menyulapnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Banyak bukti kasus yang bisa menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang sukses dengan mengomersialkan dirinya sendiri. Sebagai contoh Tukul Arwana yang begitu sukses mengomersialkan dirinya di tahun2007.

Cara kedua; kenali kebutuhan lingkungan terdekat. Ini bisnis yang biasanya sudah jelas pasar dan kosumen. Dengan menyediakan / membuat bisnis yang sesuai kebutuhan lingkungan sekitar, kita tidak akan kesulitan mencari konsumen. Tinggal perang dengan stratef\gi saja. Sebagai contoh bisa anda lihat dengan perjalanan hidup motivator no.1 Indonesia, Andrie Wongso memulai langkahnya sebagai motivator ketika melihat banyak orang gemar membeli kartu-kartu ucapan penyemangat.

Cara ketiga; memetik gagasan dari media massa. Media massa merupakan sumber inspirasi ide yang sangat basah. Dengan beragam media massa sekarang ini segala macam informasi tentang sebuah peluang bisa tercipta. Dengan mendengar, membaca, melihat sebuah kejadian dari media massa anda bisa melihat kebutuhan apa yang akan diperlukan dengan dengan adanya kejadian tersebut. Ambil contoh sekarang ini pengguna internet di Indonesia sudah kurang lebih 25 juta orang. Ini berarti anda bisa menciptakan Warung Internet untuk menampung beberapa orang yang belum bisa memiliki akses internet sendiri mengingat biaya berinternet di Indonesia yang masih relative tinggi (ini bila di perhitungkan dari computer sampai dengan jaringannya)

Cara keempat; Curilah ide dari Yellow Page. Apa sich yellow page ini? ini biasa kita sebut juga buku telpon. Daftar nomor telpon yang biasa dikeluarkan oleh telkom. Dalam Yellow Page ini bertumpuk ide-ide yang bisa kita curi. Sebagai perumpamaan anda bisa mencetuskan pemikiran ‘Usaha Apa yang belum Ada di daerah Anda?’ Ini bisa anda perinci dengan surfing sendiri dari buku Yellow Page ini. Cari tahu bisnis apa yang sudah terdaftar di buku ini tapi belum ada di daerah anda. Gampang kan?

Cara kelima; belajar dari ide dan kisah sukses orang lain. Caranya banyak-banyaklah bergaul dengan mereka yang punya banyak ide. Dengan bergaul dengan orang yang banyak ide, bagi kita yang kering ide, akan membuka mata kita. Setidaknya kita bisa tertular semangat mereka.

Dengan menerapkan lima cara ini maka ide akan tercipta. Namun walaupun ide sudah tercipta, tidak akan berdayaguna apabila belum ditangkap kemudian di dayagunakan dengan arif dan bijaksana.

Sukses atau tidak kita memiliki usaha sendiri sangat tergantung dari sejauh mana anda berani untuk menerima tantangan untuk menerima keberhasilan atau kegagalan. Anda tidak akan bisa menolak kegagalan akan tetapi kegagalan adalah sebuah pondasi kuat menuju kesuksesan.

by. Argamandha

 

pribadi yang baik

24 Sep

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

dandri

  • Ketulusan

Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yg tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada2, pura2, mencari2 alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yg selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yg bisa merugikan diri sendiri.
  • Kerendahan Hati
Kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yg kuat jiwanya yg bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yg semakin berisi semakin menunduk. Orang yg rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yg di atasnya merasa oke dan membuat orang yg dibawahnya tidak merasa minder.
  • Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yg kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
  • Bersikap Positif
Orang yg bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yg buruk/negative sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daipada mengecam,dsb.
  • Ceria
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yg ceria adalah orang yg bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
  • Bertanggung jawab
Orang yg bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh2. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yg bertanggung jawab atas apapun yg dialami dan dirasakannya.
  • Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yg percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yg baru. Dia tahu apa yg harus dilakukannya dan melakukannya dgn baik.
  • Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yg berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
  • Easy Going
Orang yg “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar2kan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah2 besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dgn masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dgn masalah2 yg berada diluar kontrolnya.
  • Memiliki Empati
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yg baik, tapi jg bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
by. sayang dibuang
22 Sep

*Ketulusan hati*

dandri Ketika seseorang berbicara tentang cinta, maka apa yang sebetulnya sedang bercokol dalam hatinya adalah untuk dicintai.

Kalaupun ia mencoba mencintai seseorang, maka itu hanyalah agar dicintai. Ia mencintai untuk dicintai, sebagai balasannya. Dan bilamana ternyata yang dicintainya itu tidak membalasnya, maka ia akan sangat mudah berubah, bahkan berbalik membenci. Ia merasa kecewa, direndahkan, disepelekan, tidak dihargai, ditolak, ditampik, terhina atau sejenisnya. Yang tadinya ia sangka sebagai prilaku mencintai, kini telah berubah sama sekali. Kini ia berubah menjadi benci, bahkan dendam.

Apa yang sesungguhnya terjadi padanya? Apakah ia memang benar- benar mencintai orang, yang konon tadinya ia cintai itu? Ternyata tidak. Bukan karena ia kini membenci atau mendendam, namun karena keinginannya untuk memiliki, menguasai, mengangkangi bagi dirinya sendiri. Yang ada ketika itu sebetulnya samasekali bukan cinta. Ketulusan itu tidak menuntut…Ketulusan itu, tidak mengharapkan adanya sikap balas budi… karena dalam perbuatan tulus, ada pengorbanan…

Oleh karena perbuatan sebuah tindakan yang didasarkan pada ketulusan hati, seseorang akan dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain karena perbuatan yang dilandasi ketulusan tersebut, telah membuka pintu harapan (bahkan mungkin pula pintu kehidupan) kepada orang lain yang menerima perbuatan tulus tersebut.

Terkait dengan sebuah hubungan cinta kasih;

-Pada saat kita telah menerima atau telah menyatakan pernyataan cinta kepada seseorang yang kita kasihi, itu sama artinya kita telah siap untuk membagi hati serta sebagian waktu kita dalam mengisi hari-hari kita bersama pacar.

-Adanya penerimaan diri untuk membuka hati dalam menerima atau menyatakan rasa cinta kepada seseorang, seharusnya diikuti pula oleh adanya keterbukaan pola pikiran kita, karena sikap open minded kita, kelak akan sangat mempengaruhi serta menentukan pada cara pandang atau pada cara kita memandang kepribadian maupun kehidupan pacar dari kita. Kenapa begitu? Karena salah satu hakekat mengasihi orang lain dengan penuh ketulusan itu, adalah mencerna terlebih dahulu baru berpendapat atau bertindak.

-Berbuatlah,,,,,karena hati kita yakin bahwa perbuatan kita itu adalah sebuah perbuatan benar. Janganlah kita membangun opini pribadi yang ingin menghadirkan suatu pola pandangan sebagai sebuah pembenaran. Ini merupakan suatu keadaan atau pemikiran ideal apabila kita memang benar-benar tulus mencintai serta menyayangi pacar kita.

-Cara menentukan sikap yang didasarkan pada cara memandang kepribadian serta kehidupan pacar kita, akan turut menentukan atau mempengaruhi penilaian kita terhadap pacar kita, yang kelak dapat berujung pada hadirnya sikap tulus untuk mau menerima keberadaan dan kondisi pacar, atau bahkan pada saat kita akan mengapresiasikan rasa sayang kita pada pacar kita. Hal itu perlu kita lakukan agar kita tidak melihat kekurangan yang ada pada pacar kita sebagai sesuatu yang bisa merusak hubungan cinta kasih dengan pacar, namun menghadirkan sikap diri untuk mau membantu memperbaiki atau menutupi kekurangannya itu. Sikap ini merupakan tanda penerimaan kita, untuk mau mengenal serta perduli atas apa yang ada dalam diri kekasih hati kita, sehingga apabila pada suatu waktu kita menerima informasi yang kurang menyenangkan tentang pacar kita, itu tidak akan membuat kita langsung terpengaruh atau terbakar emosi.

-Sisi kekurangan dalam diri seseorang, adalah sisi rentan yang dapat dijadikan alasan bagi seseorang untuk berubah sikap setia (melakukan perselingkuhan) atau memutuskan hubungan pacaran dengan kekasih hatinya. Apabila dalam menjalin hubungan kasih dengan kekasih hatinya tidak ada kesungguhan hati dari dalam diri seseorang untuk tulus mencintai serta dengan sepenuh hati menyayangi kekasih hatinya itu, maka besar kemungkinan, orang tersebut sulit untuk dapat menjaga kesetiaannya kepada sang pacar.

-Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kita tidak boleh bersikap egois. Kita tidak boleh banyak menuntut, memaksakan diri kita dan menganggap diri kita adalah yang terbaik atau sebagai pribadi yang tidak memiliki kesalahan. Kita seharusnya sadar, bahwa kita juga bukanlah individu yang sempurna. Kelanjutan kisah percintaan pada sepasangan anak manusia yang sedang berpacaran, dapat menghadapi suatu kendala pada saat salah satu dari pasangan tersebut masih mempertahankan sikap ego diri, terutama ketika sikap ego tersebut ditunjukkan secara berlebih-lebihan.

Egoisme sikap, pada dasarnya dapat menghalangi tumbuhnya sikap tulus di dalam diri seseorang karena sikap egois membuat seseorang cenderung hanya memperhatikan atau mementingkan kepentingan diri sendirinya, dan seakan-akan lupa untuk berbuat baik kepada orang lain. Adanya egoisme, dapat membuat seseorang menjadi selalu memperhitungkan setiap perbuatan yang dilakukannya kepada orang lain. Hal tersebut justru membuat kita sulit untuk berbuat tulus pada orang lain.

Untuk apa kita mempertahankan sikap egoisme kita, kalau sikap egois tersebut justru membuat kita menghadapi dilema dalam membina hubungan harmonis dengan pacar karena pacar kita telah kecewa terhadap sikap kita itu?

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Untuk apa kita lebih mementingkan diri (tidak memiliki respon baik pada lingkungan sekitar) kita sendiri, kalau sikap egois tersebut justru
membuat pacar menjadi tidak senang sama kita? Hubungan dengan pacar dapat merenggang, bahkan bisa membuat putus hubungan pacaran.

Apabila kita memang sudah memutuskan untuk bersedia berbagi kasih dengan orang lain, maka kita juga harus bisa menyatakan sikap tulus kita pada pasangan kita (dalam arti positif, tentunya).

Cinta memang indah seperti yang pernah kita dengar, seperti yang kita lihat, seperti yang tertuliskan, dan seperti yang dibicarakan setiap orang. Oleh karena itu, cinta yang tumbuh dan bersemi dalam hati, patut untuk diperjuangkan, dengan mempertaruhkan segala yang ada, termasuk dengan menempatkan ketulusan hati nurani pada saat menjalankannya.

Dengan bersikap tulus, berarti kita telah memberi makna indah akan adanya sikap menghargai orang lain, serta menghargai hubungan yang telah kita bangun dengan kekasih hati kita.

-Ketulusan sikap, bukan hanya membuat orang lain senang, namun juga bisa membahagiakan diri sendiri. Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu yang bisa mendorong kita untuk dapat mencintai orang lain dengan tulus.

Bersikap tulus memang seharusnya dijadikan budaya dalam kehidupan setiap orang karena dengan bersikap tulus, itu sama artinya telah menyatakan perbuatan kasih kepada orang lain.

… hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.


membangun mental dan kepercayaan diri

28 Jul

“Membangun mental dan kepercayaan diri”

Masalah adalah makanan sehari-hari dalam kehidupan. Dari anak-anak sampai tua, semua orang dalam kehidupannya pasti menghadapi masalah. Namun ternyata, untuk satu masalah yang sama, orang yang berbeda bisa saja menghadapinya secara berbeda. Masalah X akan dihadapi secara berbeda oleh A dan B. A tak bisa menyelesaikan masalah X tersebut. Ternyata, B mampu. Mengapa ini bisa terjadi?

Posisi Mental Tak bisa dipungkiri, semua orang membutuhkan strategi mempertemukan keunggulan diri guna melawan kelemahan lawan. Kemenangan atau kekalahan dalam menghadapi problem sebenarnya tidaklah diukur oleh besar-kecil problem yang mayoritas telah didefinisikan oleh pencitraan umum sebagai suatu persoalan yang sulit, tidak mungkin atau sudah dicoba banyak orang tetapi gagal. Kenyataannya kemenangan dihasilkan oleh strategi bagaimana anda mendifinisikan keunggulan di dalam dan kekurangan di luar sehingga mampu memilih posisi untuk menempatkan postur diri (disebut juga postur mental) secara tepat di hadapan problem. Postur Diri adalah posisi mental tertentu yang anda gunakan dalam melihat suatu persoalan. Secara umum posisi mental setiap orang dapat dikategorikan sebagai berikut :

A. Pemenang Problem seakan-akan seekor gajah dan mayoritas orang menempati posisi mental seperti yang dilakukan orang buta yang meraba gajah tersebut. Dengan posisi mental demikian maka apa yang didefinisikan tentang problem tidak bisa menjabarkan sisi mana yang lebih sederhana dan lebih dulu diselesaikan kecuali hanya dimiliki oleh sedikit orang dengan posisi pemenang. Karakteristik dominan dari seorang postur pemenang adalah sebagai berikut :

  1. Realistik – menempatkan posisi mental berada di atas realitas, tidak tenggelam di dalamnya.
  2. Mengakui – menerima diri, orang lain, dan keadaan dengan memahami hal-hal itu sebagaimana adanya (understanding as they are).
  3. Sederhana – mampu menempatkan diri secara tepat : tidak kurang dan tidak lebih
  4. Problem Solving – melihat persoalan dari partikulasi atau sudut yang paling mungkin untuk diselesaikan. Dengan posisi mental sebagai pemenang maka sangat dimungkinkan bahwa seseorang akan menghasilkan kemenangan di akhir pertandingan melawan problem hidupnya. Setidaknya pun ia masih belum menang secara total tetapi setidaknya sudah bisa mengalahkan mentalitas kalah di dalam dirinya.

B. Pecundang Posisi mental kalah atau pecundang adalah kualitas mental yang melihat problem sebagai masalah absolut, sebuah alasan yang dijustifikasi, dan bukan tantangan yang menuntut solusi. Kekalahan itu bisa diekspresikan dengan penolakan dalam bentuk kerelaan hilangnya harga-diri sebagai manusia normal. Postur pecundang ini tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup berbasis problem yang melihat kenyataan dengan kacamata masalah. Karakteristik dari gaya hidup berbasis problem adalah :

  1. Ketakutan terhadap sesuatu.
  2. Terintimidasi harapan pihak lain.
  3. Kebiasaan yang salah dalam menangani masalah.
  4. Perilaku reaktif semata.Dampak paling buruk dari postur pecundang adalah kerelaan hilangnya harga diri. Kerelaan ini kalau didukung dengan keberanian akan menghasilkan tindakan yang tidak saja merugikan diri sendiri melainkan tindakan brutal yang menghalalkan segala cara dan tentu saja merugikan orang lain.

C. Pasrah Postur ini secara kualitatif berada di antara kedua postur di atas atau lebih tepatnya dikatakan postur berpotensi menang atau kalah, tergantung kemauannya untuk berkembang. Ciri khas yang paling menonjol adalah mempermasalahkan masalah yang sedang menimpanya sebab bagi dirinya masalah adalah sebatas apa yang ia rasakan tidak enak. Biasanya ia sama sekali tidak mengambil prakarsa solusi secara keseluruhan atau bagiannya sebab merasa orang lain di dekatnya lebih mampu. Penyebab dari postur ini adalah kekurangan perangkat sumber daya berupa: pengetahuan atau ketrampilan.

Bagaimana Menjadi Pemenang? Dari ketiga postur di atas, tentu kita ingin diri kita menjadi pemenang, bukan yang pasrah atau pun pecundang. Bagaimana cara untuk mempunyai postur mental pemenang.

Prinsip dasar pembelajaran-diri adalah manusia dilahirkan untuk menyelesaikan semua bentuk problem: kesulitan, dilema, teka-teki, atau misteri. Sesuai dengan perubahan dan kemajuan maka kompleksitas tiap bentuk pun bertambah sehingga mau tidak mau menuntut perbaikan kemampuan menciptakan solusi secara terus-menerus untuk menjadi lebih baik. Posisi mental pemenang dihasilkan dari upaya pembelajaran-diri secara terus menerus, perbaikan dan peningkatan dari beberapa materi berikut :
1. Membangun Karakter Posisi mental pemenang merupakan cerminan karakter mental menang dan karakter menang didasarkan pada
sejauhmana anda menjiwai keaslian diri anda. Orang yang memahami secara utuh siapa dirinya dengan peranan yang
harus dimainkan, memahami bagaimana lingkungan dan masalah yang dihadapi maka ia akan menghasilkan karakter
superior di mana ia menginjakkan kaki di atas bumi realitas tanpa was-was, atau rasa khawatir atas ancaman yang
muncul dari sesuatu yang tidak diketahui atau virus “Jangan-jangan kalau…”
Dalam menghadapi bentuk dan jenis problem yang sama masing-masing individu bisa memiliki karakter berbeda: kalah –
menang. Karakter kalah sudah lebih dulu dikuasai oleh citra yang dibuat sendiri atau kerelaan menerima secara utuh
definisi atau citra dari orang lain bahwa postur problem yang dihadapi lebih besar dan tidak lagi terbuka celah untuk
dilumpuhkan.
Memiliki posisi mental pemenang atas problem yang anda hadapi diawali dari upaya kristalisasi karakter mental menang
bahwa diri anda lebih besar dari problem; bahwa jumlah solusi yang mampu anda temukan lebih banyak dari jumlah
problem yang anda hadapi; bahwa anda memahami siapa diri anda: kekuatan, kelemahan, dan apa yang akan
dilakukan. Karakater inilah yang harus terus-menerus anda bangun.
2. Membangun Keyakinan
Menghadirkan posisi pemenang atas problem mutlak membutuhkan keyakinan atas kepercayaan diri. Percaya diri
dibentuk dari sejumlah alasan faktual tentang kemenangan masa lalu anda atas berbagai persoalan. Semakin banyak
kesuksesan masa lalu yang anda kumpulkan akan menjadikan anda semakin “PD” menghadapi persoalan sekarang.
Meskipun secara data tehnis bisa jadi berbeda antara problem masa lalu dan sekarang tetapi yang perlu anda
kembangkan adalah karakter mental dan rasa percaya diri.
Selain rasa percaya diri, bentuk keyakinan yang perlu anda kembangkan adalah keyakinan atas kekuatan yang menjadi
sumber segala kekuatan di luar diri anda, yaitu keyakinan Anda tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang
yang tidak punya keyakinan bahwa dirinya dilindungi, dibantu, dijamin perbuatannya tidak sia-sia, maka postur diri yang
dihasilkan adalah postur pasrah atau kalah. Persoalannya adalah bagaimana orang bisa “mendekati” Allah Subhanahu
wa Ta’ala sehingga kekuatan-Nya yang begitu besar tidak dimubazirkan oleh cara memahami yang kurang sesuai.
3. Membangun Dukungan
Dukungan orang lain adalah power bagi anda untuk menghasilkan posisi mental pemenang. Tetapi mendapatkan
dukungan adalah akibat dari usaha anda menciptakan alasan bagi orang lain bahwa anda layak didukung. Semua itu
perlu dimulai dari dalam guna membangun kepercayaan dan kredibilitas secara moral dan professional. Moral adalah
manifestasi kepribadian yang dibentuk oleh nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keikhlasan, pengabdian dan lain-lain,
sementara profesionalitas adalah penguasaan ketrampilan atau pengetahuan khusus.
Untuk mendapatkan dukungan secara utuh, sebaiknya anda menjalankan program kelayakan dipercaya secara
bersamaan: moral dan professional. Sebab kenyataan membuktikan bahwa kelayakan yang dibangun hanya dari salah
satu unsur itu menyimpan kata ‘tetapi’ di akhirnya yang menandakan tidak utuh: “Anda jujur tetapi…?” Atau “Anda pintar
tetapi..?”
Membangun postur diri adalah pencapaian kualitas mental dalam menghadapi problem kehidupan dari waktu ke waktu.
Prinsip yang paling mendasar adalah problem bukanlah ‘kenyataan beku absolut yang tak bisa diubah’ tetapi murni
‘bayang-bayang pikiran’ yang menyisakan sekian banyak sudut pandang. Kemenangan dan kekalahan dalam melawan
problem bukan ditentukan oleh ukuran besar-kecil problem.
Akan tetapi posisi mental yang kita pilih secara rasional untuk mengambil posisi mental pemenang. Sebab fakta alamiah
menunjukkan bahwa semakin “besar” ukuran seseorang semakin besar pula ukuran problem yang dihadapi. Selamat
mencoba.

sumber; http://majalah-elfata.com

peringkat unand juli 2010

21 Jul

UNIVERSITAS ANDALAS

UGM berhasil mempertahankan posisi jawara di Indonesia dan ke 8 di asia . ITB menjadi runer-up di Indonesia serta peringkat 10 di asia sedangkan posisi ketiga di Indonesia di raih oleh UI  yang duduk diposisi 17 di asia.

Lantas dimana Universitas Andalas (Unand) dan Universitas negeri padang(UNP)?

Universitas andalas yang baru saja memperoleh peringkat 9 terpopuler di indonesia harus rela berada di peringkat 3229 di dunia, apakah ini membanggakan? ternyata tidak!

Unand yang sebelumnya menjadi universitas terkemuka dan terbaik diluar pulau jawa harus merelakan tempatnya tidak masuk dalam peringkat 100 besar asia tenggara! Sedangkan di indonesia sendiri mereka berada di urutan keempat di sumatera, dilangkahi oleh universitas lain di sumatera seperti Universitas sriwijaya palembang (2087 dunia), Universitas Sumatera utara (2356), dan Universitas Lampung (2609). Bagaimana dengan Universitas negeri padang??? UNP sendiri berada diperingkat 7325, sungguh sangat memprihatinkan sekali bagi pertumbuhan pendidikan sumetera barat.

kita tidak tau siapa yang salah, tidak ada yang mau bertanggung jawab atas kemerosotan ini, yang jelas Birokrasi di sumatera barat harus diperbaiki agar pendidikan di sumatera barat tidak menjadi buruk dimata masyarakat..

Apa yang harus diperbaiki Unand???

Pemeringkatan Webometrics ini didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan empat indikator, yakni size, visibility, rich files, dan scholar.Bagi yang mau tahu hasil lengkapnya silahkan lihat disitus resmi Webometrics

POSITION
WORLD RANK UNIVERSITY SIZE VISIBILITY RICH FILES SCHOLAR
569 Institute of Technology Bandung 470 684 719 566

611 Universitas Gadjah Mada 562 616 931 682

789 University of Indonesia 755 1,114 567 1,213

813 Gunadarma University *** 558 1,448 676 734

1117 Petra Christian University *** 924 1,869 987 734

1127 Bogor Agricultural University *** 1,495 1,360 1,349 734

1348 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1,219 1,271 1,940 1,878

1474 Airlangga University **** 1,284 2,484 1,560 734

1517 Diponegoro University *** 833 2,811 1,851 734

1520 Universitas Sebelas Maret 1,408 1,472 1,736 2,346

1724 Universitas Islam Indonesia 1,712 2,680 3,207 357

1744 Universitas Negeri Malang */*** 3,103 2,937 1,205 734

1834 Universitas Padjadjaran 1,332 2,325 2,291 1,971

2085 Brawijaya University * 3,363 1,282 3,844 3,356

2087 Universitas Sriwijaya 2,574 4,095 2,473 291

2182 Indonesia University of Education * 1,854 2,613 2,565 2,512

2310 Universitas Muhammadiyah Malang *** 2,148 4,494 2,282 734

2317 Informatics and Computer College Stmik Amikom 3,035 4,360 3,686 146

2356 Universitas Sumatera Utara *** 2,138 4,318 2,814 734

2495 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya 2,645 2,554 1,557 4,873

2609 Universitas Lampung 2,185 4,156 2,094 2,102

2611 Bina Nusantara University 2,381 3,252 2,009 3,507

2754 Universitas Negeri Semarang 1,202 5,448 2,704 1,705

2798 Universitas Udayana 3,534 3,105 2,984 2,875

2845 Universitas Muhammadiyah Surakarta *** 3,806 5,277 2,640 734

2927 Yogyakarta State University 4,652 3,745 5,091 962

3092 Universitas Hasanuddin University 3,260 3,191 2,313 5,145

3229 Andalas University 4,263 4,220 1,321 4,394

3242 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2,457 2,706 3,698 6,988

3574 Universitas Tarumanagara * 4,854 6,908 3,036 785

4024 Universitas Mercu Buana 4,334 5,056 4,199 3,150

4104 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta 5,120 8,204 4,273 485

4183 Universitas Katolik Parahyangan 3,729 5,690 4,152 3,300

4249 ISI Denpasar 5,083 6,411 5,263 1,577

4293 Atma Jaya Yogyakarta University 4,585 5,744 2,143 4,971

4307 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 2,413 3,713 5,276 10,216

4318 Universitas Trisakti 4,223 4,356 6,724 4,033

4427 Universitas Surabaya 3,379 2,958 7,686 10,216

4532 Duta Wacana Christian University 3,532 5,495 3,146 6,408

4696 Universitas Jember 4,583 5,272 3,438 6,447

4756 Universitas Terbuka 3,698 6,075 4,998 4,516

5213 Universitas Riau Beranda 5,398 7,286 4,329 3,522

5287 Ahmad Dahlan University 4,194 5,520 4,680 7,977

5387 Universitas Sanata Dharma 5,135 6,333 5,532 4,757

5721 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) 3,995 6,219 5,044 8,570

5741 Unikom 1,705 7,697 5,079 9,063

5856 Maranatha Christian University 4,616 4,812 7,889 10,216

6023 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 4,968 10,577 5,128 1,797

6210 Universitas Jenderal Soedirman 6,086 6,159 5,160 8,570

6522 Institut Sains & Teknologi Akprind 6,386 7,099 4,125 8,570

First | Previous | Next | Last | Universities 1 to 50 of 140

Sumber: http://www.webometrics.com

perbedaan antara ridho dan pasrah

17 Jul

Antara Rido dan pasrah

Ridha berasal dari kata radhiya-yardha yang berarti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Sedangkan menurut istilah, ridha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua macam. Yaitu, ridha Allah kepada hamba-Nya dan ridha hamba kepada Allah (Al-Mausu’ah Al-Islamiyyah Al-‘Ammah: 698). Ini sebagaimana diisyaratkan Allah dalam firman-Nya, ”Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” (QS 98: 8).

Ridha Allah kepada hamba-Nya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan ditinggikan derajat kemuliaannya. Sedangkan ridha seorang hamba kepada Allah mempunyai arti menerima dengan sepenuh hati aturan dan ketetapan Allah. Menerima aturan Allah ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun menerima ketetapannya adalah dengan cara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika ditimpa musibah.

Dari definisi ridha tersebut terkandung isyarat bahwa ridha bukan berarti menerima begitu saja segala hal yang menimpa kita tanpa ada usaha sedikit pun untuk mengubahnya. Ridha tidak sama dengan pasrah. Ketika sesuatu yang tidak diinginkan datang menimpa, kita dituntut untuk ridha. Dalam artian kita meyakini bahwa apa yang telah menimpa kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, namun kita tetap dituntut untuk berusaha. Allah berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13: 11).

Hal ini berarti ridha menuntut adanya usaha aktif. Berbeda dengan sikap pasrah yang menerima kenyataan begitu saja tanpa ada usaha untuk mengubahnya. Walaupun di dalam ridha terdapat makna yang hampir sama dengan pasrah yaitu menerima dengan lapang dada suatu perkara, namun di sana dituntut adanya usaha untuk mencapai suatu target yang diinginkan atau mengubah kondisi yang ada sekiranya itu perkara yang pahit. Karena ridha terhadap aturan Allah seperti perintah mengeluarkan zakat, misalnya, bukan berarti hanya mengakui itu adalah aturan Allah melainkan disertai dengan usaha untuk menunaikannya.

Begitu juga ridha terhadap takdir Allah yang buruk seperti sakit adalah dengan berusaha mencari takdir Allah yang lain, yaitu berobat. Seperti yang dilakukan Khalifah Umar bin Khathab ketika ia lari mencari tempat berteduh dari hujan deras yang turun ketika itu. Ia ditanya, ”Mengapa engkau lari dari takdir Allah, wahai Umar?” Umar menjawab, ”Saya lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain.”

Dengan demikian, tampaklah perbedaan antara makna ridha dan pasrah, yang kebanyakan orang belum mengetahuinya. Dan itu bisa mengakibatkan salah persepsi maupun aplikasi terhadap makna ayat- ayat yang memerintahkan untuk bersikap ridha terhadap segala yang Allah tetapkan. Dengan kata lain pasrah akan melahirkan sikap fatalisme. Sedangkan ridha justru mengajak orang untuk optimistis. Wallahu a’lam.

Google translator (prancis, spanyol, inggris, jerman, italy, jepang, etc)

14 Jul

Google translator (prancis, spanyol, inggris, jerman, italy, jepang, etc)

Translator,bismillahslamet.com – Kalau anda sama seperti saya,bisanya cuma Bahasa Nasional Indonesia,juga bahasa daerah masing masing,entah itu bahasa jawa,sunda,lampung,ogan dan lain lain,dan kurang ngerti atau bahkan belum tahu bahasa Planet luar hehehe.Misalkan bahasa Inggris,Prancis maupun Jepang,Nah ada baiknya jika anda berselancar di internet menggunakan browser Google Chrome,ada apa dengan chrome?karena browser yang satu ini memiliki fasilitas Translator,yang bisa menerjemahkan berbagai macam bahasa manusia,bukan bahasa semut dan lain2 hehehe.Support bahasa sekitar 52 macam bahasa dunia,jadi meski judulnya cuma bahasa inggris,Prancis dan Jepang saja,bukan berarti Translator google ini cuma support 3 bahasa saja,tapi lebih dari itu.Dan mempunyai ketepatan dalam menerjemahkan sekitar 88 % (Persen).Meski gak begitu tepat banget,tapi setidak tidaknya sudah mendekati benar,untuk kedepan apakah browser ini akan mampu menggeser posisi browser Mozilla Firefox,saya kurang tahu hehehe,lihat saja nanti.Lalu bagaimana cara menggunakan transator pada browser chrome ini?.Caranya bisa dibilang sangat mudah dan otomatis.

Pertama- tama,Anda harus menggunakan browser Chrome Google,karena yang saya bahas disini adalah Traslator pada browser chrome hehehe,tapi kalau anda belum menggunakan browser Chrome,anda bisa menggunakan Google Translator ini.
Kedua,Silahkan anda membuka page atau halaman yang ingin anda terjemahkan ke dalam bahasa yang anda inginkan,maka nanti translator google ini akan otomatis muncul dan menanyakan apakah anda ingin men-translate page ini?misalkan saya ingin men-translate blognya orang bego yang masih pemula ini,yang sedang belajar bisnis online,yaitu blog bismillahslamet.com.Tapi meskipun blog ini milik blogger yang masih pemula dan sedang belajar bisnis,gitu juga ada saja seorang Pakar bisnis yang mau2nya mengcopas artikelnya hehehe,seperti postingan saya yang kemaren tentang Avira Antivir Personal,Pakar bisnis online bukannya ngajarin saya yang masih belajar,tapi malah bisa bikin saya berhenti belajarnya,karena blognya di hapus sebab di anggap blogku ini blog spam.Perlu di ingat,Google membenci duplicat Content.Bukannya saya gak mau artikelnya di copas,silahkan saja dicopas kalau memang ada yang bagus dan bermanfaat buat anda artikel yang telah saya tulis,tapi tolong di modif,ditulis dengan gaya bahasa anda sendiri,jangan sama persis.Nah untuk contoh gambarnya bisa anda lihat gambar dibawah ini,sewaktu saya translate blog saya ini ke bahasa Jepang hehehe.

Translate bahasa indonesia ke bahasa jepang,bahasa inggris,bahasa  perancis Menggunakan Browser Google Chrome
Meski masih banyak kata-kata yang masih belum di terjemahkan,tapi menurut para pakar ahli bahasa,bukan pakar bisnis online,bahwasanya Google Translator hampir mendekati 100 persen benar,meskipun kalau menurut saya kadang ada yang lucu,salah tapi lucu hehehe,dalam menerjemahkan bahasa luar kedalam bahasa indonesia.Tapi gak apa apa,dengan adanya google translator sangat membantu saya dalam mempelajari bahasa asing.Thanks Google hehehe.
Ketiga,Translator ini tidak akan menerjemahkan Blog atau situs Jika:
– Blog atau situs tersebut menggunakan meta <meta name=”google” value=”notranslate”>
– Blog atau situs yang menggunakan Class notranslate.

cara meraih sukses

11 Jul

Melipatgandakan penghasilan

Titik awal kesuksesan selalu dimulai dari tempat yang sama, yaitu punya impian besar. Dari sana bangunan kesuksesan mulai didirikan.

Kata orang bijak: miliki impian setinggi langit. Sebab hanya dengan impian yang tinggi, kekuatan ACTION anda muncul.

Saat anda memiliki impian yang besar, tingkat penghargaan pada diri sendiri dan rasa percaya diri tumbuh cepat. Anda merasa percaya terhadap diri serta kemampuan anda untuk membuat perubahan besar dalam hidup anda berikutnya. Satu-satunya alasan kenapa banyak orang tidak berani memiliki impian besar mungkin karena mereka tidak pernah mengijinkan dirinya sendiri untuk memiliki impian yang SANGAT MUNGKIN diwujudkan.

Satu kunci yang bisa anda pakai untuk membuat impian besar dan hidup sukses tanpa batas adalah menciptakan keadaan yang tak bisa ditolak, yang membuat anda harus melakukan itu.

Begini penjelasannya, dalam tiap proses mencapai tujuan, PASTI selalu ada hambatan atau tantangan yang membuat anda berada dalam kondisi terjepit atau penuh tekanan.

Situasi sulit ini pernah saya gambarkan seperti seorang prajurit yang membakar jembatan di belakangnya dan tak ada pilihan lain kecuali maju, maju, dan maju ke medan laga. Dalam kondisi seperti itulah, tak ada pilihan lain, yang membuat anda mau tak mau harus mencapai tujuan anda. Saat itu, anda akan pusatkan semua energi dan perhatian anda untuk selekasnya mencapai tujuan anda.

Mari saya beri contoh singkat. Katakan misal goal/tujuan anda adalah ingin melipatgandakan penghasilan anda tahun ini. Tanyakan, apa faktor pembatas yang menahan anda meraih hal itu?

Anda tahu bahwa penghasilan anda merupakan hasil dari kualitas dan kuantitas yang anda persembahkan di bidang anda. Kalau anda seorang pegawai, maka penghasilan anda bergantung dari seberapa baik kinerja anda di perusahaan. Kalau anda punya toko online, penghasilan anda ditentukan dari seberapa banyak order terjadi; dan order terjadi jika promosi yang anda lakukan efektif serta ketersediaan barang yang memenuhi harapan pembeli.

Jadi, apapun bidang anda, jika anda ingin melipatgandakan penghasilan, anda perlu untuk melipatgandakan kualitas dan kuantitas yang berhubungan dengan penghasilan anda. Poin pentingnya adalah temukan Apa faktor utama yang membuat anda mampu melipatgandakan penghasilan?

Jadi temukan dan lihat apa faktor tersebut. Apakah itu berhubungan dengan tingkat pendidikan anda? Apakah berkaitan dengan situasi kerja anda saat ini? Apakah faktor utama yang bisa membuat anda meraih tujuan anda?

Seperti apapun situasinya, yakinlah jika anda bisa keluar dari situasi “lubang jarum” itu.

Kunci utama untuk hidup sukses tanpa batas selalu sama yaitu adanya kejelasan, kemampuan, dan konsentrasi.

  • Kejelasan berarti anda benar-benar tahu apa yang anda inginkan, dimana posisi anda saat ini dan hendak kemana anda melangkah mencapai tujuan anda. Anda yang tentukan tujuan anda dan buat perencanaan untuk mencapainya. Anda atur prioritas bisnis dan ACTION-kan itu satu demi satu hingga membawa anda mendekati tercapainya tujuan. Semakin baik kemajuan yang anda lakukan, anda makin percaya diri, dan yakin bahwa TIDAK ADA YANG TERBATAS UNTUK ANDA CAPAI.
  • Kemampuan berarti anda mumpuni di bidang yang anda pilih. Anda fokus di bidang yang menyumbangkan sebagian besar hasil yang anda peroleh. Anda mau untuk terus belajar disertai ACTION untuk mendapatkan income bertubi-tubi dari bidang anda. Sebab anda memang harus terus tumbuh, tidak berhenti sampai di sini saja. Untuk itu, anda berkomitmen melakukan ACTION tiap harinya yang membuat anda lebih baik dan jauh lebih baik dalam bidang anda.
  • Konsentrasi adalah berdisiplin dan berkonsentrasi dalan mengerjakan satu hal, mulai dari yang paling penting, dan sampai selesai. Fokus artinya anda tahu betul apa yang ingin anda raih, apa yang anda harus lakukan. Konsentrasi adalah terus gerak lurus, tanpa belak-belok, jalan lurus terus untuk menyelesaikan hal-hal yang menghasilkan perbedaan dalam hidup anda. Fokus dan konsentrasilah setiap saat!

Ketika anda mengijinkan diri anda untuk mulai memiliki impian besar. Ketika anda fokus untuk melakukan apa yang anda cintai dan menjadi yang terbaik di bidang tersebut, itu akan membuat perubahan nyata dalam hidup anda.

Mulai saat ini, mulai detik ini juga, biasakan untuk memilih berpikir pada sisi KEMUNGKINAN daripada kemustahilan. Kalau anda biasakan, pasti anda akan rasakan perbedaan nyata dalam hidup anda.

Daripada membatasi apa yang bisa raih, lebih baik mulai impikan apa yang bisa anda capai, raih, dan lakukan ACTION dari sekarang.

antara harta dan cinta

10 Jul
Harta dan Cinta

Jangan Kau Melihat Wajah Karena Bisa Menipu
Jangan Pula Kau Melihat Harta Karena Bisa Hilang
Datanglah Kepada Orang Yang Bisa
Membuatmu Tersenyum,
Membuatmu Selalu Tertawa,
Dan Membuatmu Merasa Dia akan selalu disampingmu,
Melindungimu dan Menyayangimu.

Jangan Kau Sia-siakan hidup untuk hari ini,
Hidup ini Terlampau Singkat
Bila dilewatkan Bersama Pilihan Yang Salah

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.