puisi bodoh

10 Jul

I WISH I WAS A KID

Ketika itu aku berusaha jalan,

Walau tergopoh, jatuh dan menangis.

Aku bangkit dan mencoba lagi.

Aku tidak takut gagal

Walau daku harus terpuruk dan tersudut.

Aku pasti bisa bangkit dan mencoba lagi.

Ketika itu aku dengan mudahnya berkata

“Aku sayang kamu”

Walau aku tak tahu apa alasannya.

Apalagi makna cinta?

Lalu, mengapa kini harus punya alasan

untuk berkata, “Aku sayang kamu”.

Mengapa harus ada batas fisik, harta

otak atau apapun bentuknya.?

Mengapa harus mencari cinta sejati nan tulus?

Bukankah itu sudah ada pada dirimu sejak dulu?

Ketika itu aku bebas memilih,

Walau terkadang berakhir pada luka ataupun tangis.

Aku tetap berani memilih menurut nuraniku.

Aku akan tetap merasakan kebebasan itu.

Walau terkadang orang akan menganggap itu bodoh.

Kan kubiarkan nuraniku bebas terbang

Dari sangkar gengsi, ambisi, harga diri,

status sosial atau apapun bentuknya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: