Arsip | Ekonomi RSS feed for this section

Pengertian Manajemen

11 Nov
MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah
manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:

1.Manajemen sebagai suatu proses,
2.Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3.Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang
diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian
yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan
mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui
kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam
suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai
inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen
adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya
kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1>

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan
atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud
yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu
pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan
yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan manajemen.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan
melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer
mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja
yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi danmenggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

B. Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)


Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai
apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya

pendapat beberapa penulis sebagai berikut:
Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating and Controlling.
John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.
Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Repor-ting, Budgeting.
Koontz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.
William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources, Directing, Controlling.
Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
William Spriegel : Planning, organizing, Controlling
Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding, Coordina-ting, Controlling.
Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading, Co-mmunication, Controlling.

The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Control-ling, Improving.
James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.
George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and Controlling.

Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah
sebagai berikut:
1. Planning

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.

Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan
untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut:

1.Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2.Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3.Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4.kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5.Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6.Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner, Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

 

2. Organizing

Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur

untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
3. Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
  • Mengambil keputusan
  • Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
  • Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
  • Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya,
  • serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
4. Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi
bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-
masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah
ditetapkan semula.

5. Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian
inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela
sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

6. Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan
menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama
yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

7. Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen
yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan
bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan
semula.

8. Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan ataupemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepadapejabat yang lebih tinggi

9. Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasisejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya guna maksimal kepada organisasi.

10. Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai
kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

C. Fungsi Operasional dalam manajemen

  1. Manajemen Sumberdaya Manusia
  2. Manajemen Pemasaran
  3. Manajemen Operasi / Produksi
  4. Manajemen Keuangan
  5. Manajemen Informasi

ad.1 Manajemen Sumberdaya Manusia

Manajemen sumberdaya manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumberdaya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumberdaya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

ad.2 Manajemen Pemasaran

Manajemen Pemasaran adalah manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

ad.3 Operasi / Produksi

Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.

ad.4 manajemen keuangan

Manajemen keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu ,mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan darimana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

ad.5 Manajemen Informasi

Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

D. Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :

1.Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu
organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak
membawahi manajer yang lain.

2.Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa
tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan
kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.

3.Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak
bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi

E. Keterampilan Manajer

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz pada tahun 70-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
    Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
  2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
    Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
  3. Keterampilan teknis (technical skill)
    Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin  menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

  1. Keterampilan manajemen waktu
    Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
  2. Keterampilan membuat keputusan
    Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

 

cara meraih sukses

11 Jul

Melipatgandakan penghasilan

Titik awal kesuksesan selalu dimulai dari tempat yang sama, yaitu punya impian besar. Dari sana bangunan kesuksesan mulai didirikan.

Kata orang bijak: miliki impian setinggi langit. Sebab hanya dengan impian yang tinggi, kekuatan ACTION anda muncul.

Saat anda memiliki impian yang besar, tingkat penghargaan pada diri sendiri dan rasa percaya diri tumbuh cepat. Anda merasa percaya terhadap diri serta kemampuan anda untuk membuat perubahan besar dalam hidup anda berikutnya. Satu-satunya alasan kenapa banyak orang tidak berani memiliki impian besar mungkin karena mereka tidak pernah mengijinkan dirinya sendiri untuk memiliki impian yang SANGAT MUNGKIN diwujudkan.

Satu kunci yang bisa anda pakai untuk membuat impian besar dan hidup sukses tanpa batas adalah menciptakan keadaan yang tak bisa ditolak, yang membuat anda harus melakukan itu.

Begini penjelasannya, dalam tiap proses mencapai tujuan, PASTI selalu ada hambatan atau tantangan yang membuat anda berada dalam kondisi terjepit atau penuh tekanan.

Situasi sulit ini pernah saya gambarkan seperti seorang prajurit yang membakar jembatan di belakangnya dan tak ada pilihan lain kecuali maju, maju, dan maju ke medan laga. Dalam kondisi seperti itulah, tak ada pilihan lain, yang membuat anda mau tak mau harus mencapai tujuan anda. Saat itu, anda akan pusatkan semua energi dan perhatian anda untuk selekasnya mencapai tujuan anda.

Mari saya beri contoh singkat. Katakan misal goal/tujuan anda adalah ingin melipatgandakan penghasilan anda tahun ini. Tanyakan, apa faktor pembatas yang menahan anda meraih hal itu?

Anda tahu bahwa penghasilan anda merupakan hasil dari kualitas dan kuantitas yang anda persembahkan di bidang anda. Kalau anda seorang pegawai, maka penghasilan anda bergantung dari seberapa baik kinerja anda di perusahaan. Kalau anda punya toko online, penghasilan anda ditentukan dari seberapa banyak order terjadi; dan order terjadi jika promosi yang anda lakukan efektif serta ketersediaan barang yang memenuhi harapan pembeli.

Jadi, apapun bidang anda, jika anda ingin melipatgandakan penghasilan, anda perlu untuk melipatgandakan kualitas dan kuantitas yang berhubungan dengan penghasilan anda. Poin pentingnya adalah temukan Apa faktor utama yang membuat anda mampu melipatgandakan penghasilan?

Jadi temukan dan lihat apa faktor tersebut. Apakah itu berhubungan dengan tingkat pendidikan anda? Apakah berkaitan dengan situasi kerja anda saat ini? Apakah faktor utama yang bisa membuat anda meraih tujuan anda?

Seperti apapun situasinya, yakinlah jika anda bisa keluar dari situasi “lubang jarum” itu.

Kunci utama untuk hidup sukses tanpa batas selalu sama yaitu adanya kejelasan, kemampuan, dan konsentrasi.

  • Kejelasan berarti anda benar-benar tahu apa yang anda inginkan, dimana posisi anda saat ini dan hendak kemana anda melangkah mencapai tujuan anda. Anda yang tentukan tujuan anda dan buat perencanaan untuk mencapainya. Anda atur prioritas bisnis dan ACTION-kan itu satu demi satu hingga membawa anda mendekati tercapainya tujuan. Semakin baik kemajuan yang anda lakukan, anda makin percaya diri, dan yakin bahwa TIDAK ADA YANG TERBATAS UNTUK ANDA CAPAI.
  • Kemampuan berarti anda mumpuni di bidang yang anda pilih. Anda fokus di bidang yang menyumbangkan sebagian besar hasil yang anda peroleh. Anda mau untuk terus belajar disertai ACTION untuk mendapatkan income bertubi-tubi dari bidang anda. Sebab anda memang harus terus tumbuh, tidak berhenti sampai di sini saja. Untuk itu, anda berkomitmen melakukan ACTION tiap harinya yang membuat anda lebih baik dan jauh lebih baik dalam bidang anda.
  • Konsentrasi adalah berdisiplin dan berkonsentrasi dalan mengerjakan satu hal, mulai dari yang paling penting, dan sampai selesai. Fokus artinya anda tahu betul apa yang ingin anda raih, apa yang anda harus lakukan. Konsentrasi adalah terus gerak lurus, tanpa belak-belok, jalan lurus terus untuk menyelesaikan hal-hal yang menghasilkan perbedaan dalam hidup anda. Fokus dan konsentrasilah setiap saat!

Ketika anda mengijinkan diri anda untuk mulai memiliki impian besar. Ketika anda fokus untuk melakukan apa yang anda cintai dan menjadi yang terbaik di bidang tersebut, itu akan membuat perubahan nyata dalam hidup anda.

Mulai saat ini, mulai detik ini juga, biasakan untuk memilih berpikir pada sisi KEMUNGKINAN daripada kemustahilan. Kalau anda biasakan, pasti anda akan rasakan perbedaan nyata dalam hidup anda.

Daripada membatasi apa yang bisa raih, lebih baik mulai impikan apa yang bisa anda capai, raih, dan lakukan ACTION dari sekarang.

Perekonomian indonesia

24 Jun

Kondisi perekonomian global yang masih mengalami tekanan akibat krisis menghadapkan perekonomian Indonesia pada sejumlah tantangan yang tidak ringan selama tahun 2009. Tantangan itu cukup mengemuka pada awal tahun 2009, sebagai akibat masih kuatnya dampak krisis perekonomian global yang mencapai puncaknya pada triwulan IV 2008. Ketidakpastian yang terkait dengan sampai seberapa dalam kontraksi global dan sampai seberapa cepat pemulihan ekonomi global akan terjadi, bukan saja menyebabkan tingginya risiko di sektor keuangan, tetapi juga berdampak negatif pada kegiatan ekonomi di sektor riil domestik. Kondisi tersebut mengakibatkan stabilitas moneter dan sistem keuangan pada triwulan I 2009 masih mengalami tekanan berat, sementara pertumbuhan ekonomi juga dalam tren menurun akibat kontraksi ekspor barang dan jasa yang cukup dalam. Kondisi tersebut menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor keuangan dan sektor riil, serta berpotensi menurunkan berbagai kinerja positif yang telah dicapai dalam beberapa tahun sebelumnya.

Menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia dan Pemerintah menempuh sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mencegah turunnya pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam melalui kebijakan stimulus moneter dan fiskal. Berbagai kebijakan yang ditempuh pada tahun 2009 pada dasarnya masih merupakan lanjutan dari serangkaian kebijakan yang telah ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah pada triwulan IV 2008.  Serangkaian kebijakan yang ditempuh tersebut tidak saja berhasil menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, tetapi juga memperkuat daya tahan perekonomian domestik, sehingga kegiatan ekonomi dapat kembali membaik sejak triwulan II 2009. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang secara sistematis telah ditempuh untuk memperkuat fundamental ekonomi dan keuangan pascakrisis 1997/1998. Secara umum, perekonomian Indonesia tahun 2009 telah mampu melewati tahun penuh tantangan tersebut dengan capaian yang cukup baik. Meskipun melambat dibandingkan dengan tahun 2008, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dapat mencapai 4,5%,  tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di tengah kontraksi perekonomian global dapat dihindari, karena struktur ekonomi yang banyak didorong oleh permintaan domestik. Setelah mengalami tekanan berat pada triwulan I 2009, stabilitas pasar keuangan dan makroekonomi juga semakin membaik sampai dengan akhir tahun 2009. Hal itu tercermin pada berbagai indikator di sektor keuangan seperti Currency Default Swap (CDS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), imbal hasil (yield) SUN, dan nilai tukar yang membaik. Sementara itu, inflasi juga tercatat rendah 2,78%,  terendah dalam satu dekade terakhir.

Berbagai capaian positif yang mampu diraih perekonomian Indonesia pada 2009 telah semakin menguatkan optimisme akan berlanjutnya proses perbaikan kondisi perekonomian ke depan. Optimisme tersebut juga didukung oleh semakin membaiknya prospek pemulihan ekonomi global. Meskipun demikian, dinamika perekonomian ke depan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang berpotensi menghambat akselerasi perbaikan ekonomi. Dari sisi eksternal, tantangan terutama berkaitan dengan dampak dari strategi mengakhiri langkah kebijakan yang ditempuh di masa krisis (exit strategy), yang antara lain berupa pelonggaran likuiditas dan ekspansi fiskal di negara maju. Tantangan eksternal juga berhubungan dengan terjadinya kecenderungan polarisasi perdagangan dunia, serta masih berlangsungnya ketidakseimbangan dalam kinerja perekonomian global. Dari sisi domestik, tantangan berkaitan dengan beberapa permasalahan yang masih dapat mengganggu efektivitas kebijakan moneter, seperti masih cukup besarnya ekses likuiditas perbankan, masih besarnya peranan investasi portofolio dalam struktur aliran modal masuk, masih munculnya potensi penggelembungan harga aset di pasar keuangan, masih dangkalnya pasar keuangan, dan berbagai permasalahan struktural di sektor riil.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat, sementara stabilitas harga tetap terjaga. Prospek pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh semakin pulihnya kinerja ekspor dan mulai meningkatnya kegiatan investasi. Membaiknya ekspor sejalan dengan perbaikan prospek perekonomian global termasuk negara-negara maju. Meningkatnya permintaan eksternal dan menguatnya permintaan domestik diperkirakan mendorong dunia usaha untuk mulai meningkatkan kapasitas produksi. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2010 diperkirakan mencapai 5,5% – 6,0% (yoy). Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, tekanan terhadap inflasi diperkirakan tetap terkendali dan berada pada kisaran sasaran inflasi tahun 2010 sebesar 5% ± 1% (yoy). Dalam perspektif yang lebih panjang, perekonomian Indonesia diprakirakan tetap membaik karena didukung oleh berbagai upaya peningkatan kapasitas, produktivitas, dan efisiensi perekonomian secara berkesinambungan. Akselerasi pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan diprakirakan mencapai kisaran 6,5% – 7,5% (yoy) pada tahun 2014. Peningkatan kapasitas perekonomian tersebut mendukung upaya menurunkan inflasi ke arah sasaran inflasi jangka menengah 4% + 1% (yoy).

Kebijakan Bank Indonesia ke depan diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan sebagai prasyarat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan dalam jangka panjang. Kebijakan moneter akan diarahkan secara konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi yang rendah baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah. Kebijakan perbankan diarahkan tetap memperkuat ketahanan perbankan sekaligus meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, serta mendorong pendalaman pasar keuangan. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung penciptaan stabilitas sistem keuangan serta peningkatan efektivitas transmisi kebijakan moneter.  Selain itu, Bank Indonesia akan semakin memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi maupun memperkuat momentum pemulihan ekonomi nasional.

SAHAM

23 Jun

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA
NOMOR: Kep-311/BEJ/09-2004

TENTANG

PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM

Menimbang:

a. bahwa perdagangan Opsi Saham memiliki karakteristik yang berbeda dengan perdagangan Efek lainnya, oleh karena itu diperlukan persyaratan khusus bagi Anggota Bursa Efek untuk dapat diperkenankan memperdagangkan Opsi Saham;

b. bahwa guna memberikan landasan hukum bagi Anggota Bursa Efek untuk memperdagangkan Opsi Saham sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas, dipandang perlu menetapkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Tentang Peraturan Nomor III-D Tentang Keanggotaan Opsi Saha

Mengingat:

  1. 1. Pasal 9 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3608);
  2. 2. Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3617) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4372);
  3. 3. Peraturan Bapepam Nomor III-A.2 Tentang Tatacara Pembuatan Peraturan Oleh Bursa Efek (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-03/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996);
  4. 4. Peraturan Bapepam Nomor III-E.1. tentang Kontrak Berjangka dan Opsi Atas Efek Atau Indeks Efek (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-39/PM/2003 tanggal 31 Oktober 2003);
  5. 5. Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: S-2877/PM/2004 perihal Persetujuan Draft Peraturan dan Perdagangan Opsi Saham di BEJ, tanggal 8 September 2004.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:
1. Peraturan Nomor III-D Tentang Keanggotaan Opsi Saham, sebagaimana dimuat dalam Lampiran Keputusan ini.
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 1
2. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
:
Jakarta
Pada tanggal
:
09 September 2004
PT Bursa Efek Jakarta
Erry Firmansyah
Direktur Utama
M.S. Sembiring
Direktur Keanggotaan
Tembusan:
1. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal;
2. Sekretaris Bapepam;
3. Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek, Bapepam;
4. Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum, Bapepam;
5. Komisaris PT Bursa Efek Jakarta.
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 2
LAMPIRAN
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta
Nomor : Kep-311/BEJ/09-2004
Tanggal : 09 September 2004
PERATURAN NOMOR III-D: TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM
I. DEFINISI
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
I.1. Anggota Bursa Efek adalah Perusahaan Efek yang telah memiliki ijin usaha dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagai Perantara Pedagang Efek, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan telah memperoleh Persetujuan Keanggotaan Bursa untuk melakukan kegiatan perdagangan Efek di Bursa.
I.2. Hari Bursa adalah hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur Bursa oleh Bursa.
I.3. Jakarta Automated Trading System (JATS) adalah sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa untuk perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan menggunakan sarana komputer.
I.4. Jakarta Option Trading System (JOTS) adalah JATS yang difungsikan khusus untuk perdagangan Opsi Saham.
I.5. JOTS Trader adalah pegawai Anggota Bursa Efek yang telah lulus pelatihan perdagangan Opsi Saham yang diselenggarakan Bursa dan didaftarkan di Bursa untuk mewakili Anggota Bursa Efek dalam melaksanakan perdagangan Efek di Bursa melalui JOTS sesuai dengan Peraturan Bursa.
I.6. Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah satuan perdagangan Opsi Saham yang ditetapkan dalam satu satuan kontrak.
I.7. Opsi Saham adalah hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli (call option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (Underlying Stock) pada harga (Strike Price) dan dalam waktu tertentu.
I.8. Perusahaan Tercatat adalah Emiten atau Perusahaan Publik yang Efeknya tercatat di Bursa.
I.9. PT Bursa Efek Jakarta (Bursa) adalah perseroan yang berkedudukan di Jakarta yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan permintaan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 3
I.10. PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) adalah perseroan yang berkedudukan di Jakarta yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam sebagai pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa, dan perseroan tersebut berdasarkan perjanjian dengan Bursa memberikan jasa Kliring dan Penjaminan penyelesaian atas Transaksi Bursa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.
I.11. User-ID JOTS adalah tanda pengenal yang digunakan oleh JOTS Trader untuk dapat mengakses JOTS.
I.12. Saham Induk (Underlying Stock) adalah saham Perusahaan Tercatat yang menjadi dasar perdagangan seri KOS.
II. PERSYARATAN BAGI ANGGOTA BURSA EFEK YANG AKAN MELAKUKAN PERDAGANGAN OPSI SAHAM
Untuk dapat melakukan perdagangan Opsi Saham Anggota Bursa Efek harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
II.1. Memiliki sekurang-kurangnya fungsi pemasaran, dan dealing (fungsi pesanan dan perdagangan) Opsi Saham dalam struktur organisasi.
II.2. Memiliki front end system dengan fungsi order management dan monitoring serta back end system yang mendukung pelaksanaan perdagangan Opsi Saham.
II.3. Memiliki JOTS Trader.
II.4. Wajib membuka rekening Efek untuk setiap nasabahnya sebelum melakukan perdagangan Opsi Saham untuk kepentingan nasabah tersebut.
II.5. Dokumen kontrak pembukaan rekening antara Anggota Bursa Efek dengan nasabah Opsi Saham harus sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor V.D.3. tentang Pengendalian Interen dan Penyelenggaraan Pembukuan oleh Perusahaan Efek dan sekurang-kurangnya memuat klausula mengenai hak dan kewajiban nasabah dan Anggota Bursa Efek termasuk risiko perdagangan Opsi Saham.
II.6. Membayar uang keikutsertaan perdagangan Opsi Saham (Joining Fee) kepada Bursa, yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Anggota Bursa Efek dan Bursa yang selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian.
III. PROSEDUR ANGGOTA BURSA EFEK UNTUK DAPAT MEMPERDAGANGKAN OPSI SAHAM
III.1. Anggota Bursa Efek yang akan melakukan perdagangan Opsi Saham wajib menyampaikan Surat pendaftaran untuk dapat memperdagangkan Opsi Saham (bentuk dan isi surat pendaftaran sesuai dengan Lampiran III-D.1 Peraturan ini) ke Bursa, dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 4
III.1.1. Daftar pegawai Anggota Bursa Efek yang bertanggung jawab melaksanakan fungsi pemasaran, dan dealing (fungsi pesanan dan perdagangan) Opsi Saham dan JOTS Trader.
III.1.2. Surat pernyataan dari Anggota Bursa Efek yang menyatakan:
III.1.2.1. Telah memiliki front end system dengan fungsi order management dan monitoring serta back end system yang mendukung pelaksanaan perdagangan Opsi Saham.
III.1.2.2. Bersedia memenuhi persyaratan menjadi Anggota Kliring Opsi Saham sesuai dengan Peraturan KPEI yang terkait dengan Opsi Saham.
III.1.3. Contoh kontrak pembukaan rekening antara Anggota Bursa Efek dengan nasabah Opsi Saham.
III.1.4. Bukti pembayaran uang keikutsertaan perdagangan Opsi Saham (Joining Fee) kepada Bursa sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6. di atas.
III.2. Bursa sewaktu-waktu dapat melakukan pemeriksaan atau menunjuk pihak lain untuk melaksanakan pemeriksaan guna melakukan pengecekan terhadap pemenuhan persyaratan yang dimaksud dalam ketentuan III.1.1. dan III.1.2.1. di atas.
III.3. Anggota Bursa Efek yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan perdagangan Opsi Saham akan diberikan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) perdagangan Opsi Saham.
III.4. SKT perdagangan Opsi Saham diberikan selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Bursa setelah Anggota Bursa Efek memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan III.1. di atas dan diumumkan di Bursa.
III.5. Bersamaan dengan penyerahan SKT perdagangan Opsi Saham sebagaimana dimaksud dalam ketentuan III.4. di atas, Bursa akan memberikan surat persetujuan pendaftaran JOTS Trader kepada Anggota Bursa Efek.
III.6. Bursa akan memberikan User-ID JOTS dan Password kepada JOTS Trader dari Anggota Bursa Efek yang telah memperoleh SKT perdagangan Opsi Saham.
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 5
IV. PENDAFTARAN JOTS TRADER
IV.1. Anggota Bursa Efek yang melaksanakan perdagangan Opsi Saham wajib terlebih dahulu mendaftarkan calon JOTS Trader dengan menggunakan Formulir yang bentuk dan isinya sesuai dengan Formulir III-D.2. Peraturan ini, dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
IV.1.1. surat kuasa dari Anggota Bursa Efek yang menerangkan secara jelas kuasa dan wewenang dari JOTS Trader tersebut. Bentuk dan isi surat kuasa sesuai dengan Formulir III-D.3.
IV.1.2. surat pernyataan calon JOTS Trader yang sekurang-kurangnya memuat:
IV.1.2.1. tidak memiliki ikatan kerja dengan Anggota Bursa Efek lainnya;
IV.1.2.2. menjaga kerahasiaan passwordnya;
IV.1.2.3. telah membaca dan memahami serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Bursa.
Bentuk dan isi surat pernyataan sesuai dengan Formulir III-D.4.
IV.1.3. sertifikat tanda lulus pelatihan JOTS.
IV.1.4. Daftar Riwayat Hidup dan photocopy Kartu Tanda Penduduk (jati diri), serta pasphoto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar.
IV.2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sejak Bursa menerima surat pendaftaran calon JOTS Trader sebagaimana dimaksud dalam ketentuan IV.1. di atas secara lengkap, Bursa menerbitkan surat persetujuan pendaftaran JOTS Trader.
IV.3. Bersamaan dengan pemberian surat persetujuan pendaftaran JOTS Trader sebagaimana dimaksud dalam ketentuan huruf IV.2. di atas, Bursa memberikan User-ID JOTS dan Password kepada JOTS Trader dari Anggota Bursa Efek.
IV.4. Dalam hal JOTS Trader tidak lagi bertugas atau berhenti bekerja pada Anggota Bursa Efek, maka Anggota Bursa Efek tersebut wajib melaporkan ke Bursa sekurang-kurangnya 5 (lima) Hari Bursa sebelum tanggal efektif JOTS Trader tersebut tidak lagi bertugas atau berhenti bekerja pada Anggota Bursa Efek yang bersangkutan. Apabila dipandang perlu, Anggota Bursa Efek dapat menunjuk penggantinya dengan melengkapi dokumen sebagaimana dimaksud dalam ketentuan huruf IV.1. di atas.
IV.5. Untuk dapat melakukan perdagangan Opsi Saham di Bursa, JOTS Trader hanya boleh menggunakan User-ID JOTS yang diberikan Bursa kepada JOTS Trader yang bersangkutan.
IV.6. Dalam hal Anggota Bursa Efek dikenakan sanksi penghentian sementara perdagangan Efek di Bursa (suspensi) atau suspensi atas permintaan sendiri sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Perdagangan Efek Nomor II-A.5. tentang Sanksi dan Peraturan Nomor III-C tentang Pembekuan dan Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa,
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 6
maka Anggota Bursa Efek tersebut dapat melakukan perdagangan Opsi Saham khusus untuk menyelesaikan posisi terbuka pada Hari Bursa pertama dikenakannya suspensi.
Ditetapkan di
Pada tanggal
:
:
Jakarta
09 September 2004
PT Bursa Efek Jakarta
Erry Firmansyah
Direktur Utama
M.S. Sembiring
Direktur Keanggotaan
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 7
LAMPIRAN III-D.1
Nomor : Jakarta, …………………………
Lampiran :
Kepada Yth.
Direksi PT Bursa Efek Jakarta
Gedung Bursa Efek Jakarta Lt. 4
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
J A K A R T A
Dengan hormat,
Perihal : Permohonan Untuk Menjadi Anggota Bursa Efek Yang Dapat Memperdagangkan Opsi Saham
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a
:
1. ………………………………………….
2. ………………………………………….*)
Jabatan
:
…………………………………………….
Nama Perusahaan Efek
:
PT ……………………………………………
Alamat
:
……………………………………………
No./tgl Izin usaha dari Bapepam
:
……………………………………………
Dengan ini mengajukan permohonan untuk menjadi Anggota Bursa Efek Jakarta yang dapat memperdagangkan Opsi Saham
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini kami sampaikan:
1. Daftar pegawai Anggota Bursa Efek yang bertanggung jawab melaksanakan fungsi pemasaran, dan dealing (fungsi pesanan dan perdagangan) Opsi Saham dan JOTS Trader;
2. Surat pernyataan telah memiliki front end system dengan fungsi order management dan monitoring serta back end system yang mendukung pelaksanaan perdagangan Opsi Saham;
3. Surat pernyataan bersedia memenuhi persyaratan menjadi Anggota Kliring Opsi Saham sesuai dengan Peraturan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia;
4. Contoh Kontrak pembukaan rekening dengan nasabah Opsi Saham;
5. Bukti pembayaran uang keikutsertaan perdagangan Opsi Saham (Joining Fee).
Atas perhatian Saudara, diucapkan terima kasih.
Pemohon,
PT ……………………………..
(……………………………..)
nama jelas, jabatan, cap & tanda tangan
Tembusan :
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
*) Apabila sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan harus ditandatangani oleh 2 orang Direktur SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 8
LAMPIRAN III-D.2
SURAT PENDAFTARAN JOTS TRADER
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a : 1. ……………………………………
2. ..………………………….………*)
Jabatan :
Nama Perusahaan Efek : PT ……………………………………..
Alamat :
No./tgl Izin usaha dari Bapepam :
dengan ini mengajukan pendaftaran calon JOTS Trader atas nama perusahaan kami :
No.
N a m a
No. dan Tgl. Sertifikat Pelatihan Opsi Saham
1.
……………………………….…
………………………………………………
2.
…………………………………
………………………………………………
3.
…………………………………
………………………………………………
Terlampir bersama ini kami sampaikan:
1. Daftar riwayat hidup.
2. Copy sertifikat pelatihan JOTS.
3. Surat Kuasa dari Anggota Bursa Efek mengenai kewenangan dari JOTS Trader sesuai dengan Formulir III.D.3.
4. Surat pernyataan tidak bekerja rangkap, memahami dan mematuhi seluruh peraturan Bursa sesuai dengan Formulir III.D.4.
5. Copy tanda pengenal diri (KTP).
6. Photo ukuran 3 x 4 = 3 lembar.
Demikian agar yang berkepentingan maklum.
PT ……………………………..
(……………………………..)
nama lengkap, jabatan, cap & tanda tangan
*) Apabila sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan harus ditandatangani oleh 2 orang Direktur SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 9
LAMPIRAN III-D.3
SURAT KUASA
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a : 1. ……………………………………
2. ..………………………….………*)
Jabatan : …………………………………………
No./tgl Izin usaha dari Bapepam : …………………………………………
NPWP : …………………………………………
Dengan ini memberi kuasa dan wewenang kepada JOTS Trader :
N a m a : …………………………………………
Alamat : …………………………………………
No./Tgl. Sertifikat Pelatihan JOTS : …………………………………………
Untuk bertindak mewakili perusahaan kami dalam melakukan kegiatan perdagangan Opsi Saham di Bursa Efek Jakarta.
Demikian agar yang berkepentingan maklum.
Jakarta, ……………………………………
PT …………………………………………
Meterai
Rp 6.000,-
(……………………………..)
nama lengkap, jabatan, cap & tanda tangan
*) Apabila sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan harus ditandatangani oleh 2 orang Direktur SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 10
LAMPIRAN III-D.4
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
N a m a : …………………………………………
No./tgl Izin usaha dari Bapepam : …………………………………………
NPWP : …………………………………………
Perusahaan Efek : …………………………………………
dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:
1. tidak bekerja rangkap pada Perusahaan Efek lain dan hanya bekerja pada Anggota Bursa Efek PT …………………………..;
2. telah membaca dan memahami serta akan mematuhi seluruh ketentuan peraturan Bursa;
3. akan menjaga kerahasiaan password yang diberikan oleh Bursa.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, …………………………….
Yang menyatakan:
Meterai
Rp 6.000,-
(…………………………….)
SEY/KEPUTUSAN PERATURAN NOMOR III-D TENTANG KEANGGOTAAN OPSI SAHAM 11